Senin, 07 Agustus 2017

Daftar Makanan Yang Dilarang DIkonsumsi Oleh Penderita Penyakit Diabetes

Indonesia menempati urutan ketujuh sebagai penderita diabetes terbesar di dunia. Jumlah penderita Diabetes Militus [DM] di Indonesia diperkirakan 10 juta orang.

Hal itu {dikenalkan|diperkenalkan|diberi tahu|disajikan|dipersembahkan} Marketing Manager PT Roche Indonesia Benny Kurniawan, Selasa (30/8/2016) di Jakarta. {Berdasarkan} {ia}, jumlah pengidap diabetes terus meningkat, {bagus} di tingkat nasional {ataupun} dunia. Data International Diabetes Federation (IDF) 2015 menyebut, jumlah diabetisi 415 juta, dan diperkirakan akan terus meningkat pada tahun 2040 sekitar 642 juta (55%). Pantangan Makanan Penyakit Diabetes

Indonesia, berada pada peringkat ke-7 dari 10 negara dengan penyandang diabetes terbesar di {semua|segala} dunia ( Indonesia diperkirakan 10 juta). {Padahal|Meskipun|Walaupun|Meski} data nasional, {berdasarkan} Riset Kesehatan {Tempat} (RISKESDAS) tahun 2013, tingkat prevalensi diabetisi sebesar 6,8% di Indonesia.

“Untuk {menempuh} kendali gula darah pada diabetisi {dibutuhkan} {sebagian} {aktivitas|kesibukan} serta pengobatan yang terpadu dalam satu pengelolaan holistik, {mencakup} edukasi, {pengontrolan|pengendalian|penguasaan|pembatasan} pola makan, {kegiatan|kesibukan} {jasmani|jasmaniah|lahiriah}, pemberian obat-obatan, dan pemantauan glukosa darah mandiri (PGDM),” jelasnya. Agis Maulana Herbal

PGDM {adalah|ialah|yaitu|yakni} kesatuan dalam pengelolaan diabetes melitus, {adalah|ialah|merupakan|yakni} pemeriksaan glukosa darah yang {dilaksanakan|dijalankan|dikerjakan} oleh diabetisi sendiri dan atau keluarganya {menerapkan|memakai|mengaplikasikan} alat glukometer.

Pemantauan glukosa darah {bisa} {menunjang|menyokong|mendorong|mensupport} keberhasilan pencapaian {sasaran} {pengontrolan|penguasaan|pengaturan|pembatasan} glukosa darah. PGDM {bisa} {dilaksanakan|dijalankan|dikerjakan} secara mandiri {sesudah} {mendapatkan|memperoleh} edukasi dari {energi|daya|kekuatan} kesehatan terlatih.

“{Pengontrolan|Penguasaan|Pengaturan|Pembatasan} glukosa darah {adalah|ialah|yaitu|yakni} salah satu pilar penting untuk pencapaian {pengontrolan|penguasaan|pengaturan|pembatasan} glukosa darah sehingga {bisa} mengurangi risiko komplikasi (makrovaskular dan mikrovaskular) pada diabetisi {jenis|macam|ragam|variasi} 1 (DMT1) {ataupun} {jenis|macam|ragam|variasi} 2 (DMT2),” bebernya.

Minggu, 06 Agustus 2017

Berat Hitam Untuk Kesehatan Jantung

Gaya hidup modern masyarakat Indonesia ternyata jadi salah satu penyebab utama meningkatnya penyakit jantung koroner. Dengan kemajuan teknologi saat ini menjadikan orang minim aktivitas atau yang disebut dengan sedentari. Manfaat Beras Hitam Untuk Penyakit Jantung

“Kita happy banget dengan respon tahun ini yang luar biasa ramai. Tapi yang terpenting adalah ketika mereka pulang dari kegiatan ini bisa mengubah perilaku menjadi lebih sehat,” harapnya.

Dia pun berharap agar masyarakat menerapkan slogan CERDIK yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan rokok, Rajin berolahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stres.

Sementara itu, Senior Brand Manager Nutrive Benecol Donny Bambang Iryanto menyatakan tahun ini pihaknya tak hanya melibatkan orang awam, tapi juga dokter spesialis jantung, dokter penyakit dalam, dokter syaraf, ahli gizi, dokter spesialis gizi klinikdan tenaga kesehatan terkait pentingnya menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Juga mengkampanyekan cara enak turunkan kolesterol. Walatra Jelly Gamat Emas

“Benecol mengandung plant stanol ester (PSE) dan merupakan pangan fungsional yang manfaatnya telah teruji membantu menurunkan kolesterol 7-10 persen dalam dua hingga tiga minggu dan resiko penyakit jantung koroner,” ujarnya. 

Berdasarkan Survey Sample Registration System (SRS) tahun 2014 di Indonesia, sekitar 12,9 persen kematian di Indoensia diakibatkan penyakit jantung dan pembuluh darah.

“Gaya hidup modern menjadikan kita duduk sepanjang hari di balik meja kerja atau meja usaha hingga memanfaatkan jasa asisten rumah tangga atau online untuk segala sesuatu. Malas bergerak adalah kebiasaan yang perlu diubah karena dampak risiko dari gaya hidup sedentari, akan mulai terasa setelah bertahun-tahun,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM saat kampanye “Gerakan Jatung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol” oleh Kalbe Nutritionals di Dyandra Convention, Surabaya, Minggu (6/8/2017).

Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI tahun 2013, 42% atau hampir separuh proporsi penduduk yang masuk dalam kelompok usia di atas 10 tahun, berperilaku sedentari atau, 1 dari 4 penduduk kita, menerapkan perilaku sedentari minimal 6 jam setiap harinya. Sementara data dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO, menunjukkan bahwa gaya hidup sedentari adalah 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia.

Data yang dilaporkan oleh European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) pada tahun 2008 juga menunjukkan bahwa kematian akibat kebiasaan malas gerak jumlahnya dua kali lebih banyak dibandingkan kematian karena obesitas.

Jika gaya hidup sedentary diikuti dengan pola makan yang tidak seimbang dan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok atau minum alkohol, maka gaya hidup ini berisiko menyebabkan penyakit jantung.

Oleh karena itu, pihaknya terus mengkampanyekan pentingnya kesehatan pembuluh darah dan jantung. Adapun kampanye bersama Nutrive Benecol merupakan tahun kedua dimana tahun ini responnya cukup tinggi.